Kelahiran seseorang sangat banyak modusnya, ada yang dengan kelahiran normal, kelahiran operasi Caesar, ada yang melalui bantuan dokter, adapula melalui bantuan “dukun” bayi. Bahkan ada yang proses kelahirannya tidak disangka-sangka lahir. Ini tidaklah menjadi analog kelahiran sebuah institusi atau lembaga semisal sekolah. Sekolah lahir tentu ada banyak komponen yang mempengaruhi. Banyak instrument yang ada didalamnya. Demikian pula dengan SMP Negeri 2 Pejawaran.
SMP Negeri 2 Pejawaran pada awal proses lahirnya ada proses yang harus dilalui. Pada awalnya karena melihat situasi banyaknya anak-anak yang setelah lulus SD atau MI tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Dari keprihatinan ini beberapa tokoh masyarakat di Desa Karangsari Kecamatan Pejawaran sebutlah ada bapak Suhadi (alm) selaku Kepala Desa Karangsari, bapak Ghozali selaku ketua LMD, bapak Sarengat selaku ketua LKMD, bapak Teguh (alm) tokoh masyarakat, bapak Sudarto (alm) tokoh masyarakat dan masih banyak lainnya. Semua sependapat untuk mengusulkan ke pemerintah daerah agar dibangun sekolah baru di desa Karangsari. Tidak semudah membalik tangan dalam mengusulkan untuk dibangun unit sekolah baru. Ada pernak-pernik dalam prosesnya, namun semua dapat diatasi dengan sangat bijaksana. Akhirnya pada tahun 1997 dibangun sekolah setingkat sekolah menengah pertama di desa Karangsari. Sebuah berkah bagi warga Karangsari khususnya dan kecamatan Pejawaran pada umumnya karena anak-anak setelah lulus SD atau MI dapat melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi. Tentu ini juga untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan meningkatkan angka partisipasi kasar di kecamatan Pejawaran.
Sebagai tokoh masyarakat sekaligus ketua Lembaga Masyarakat Desa bapak Ghozali sangat getol dalam memperjuangkan berdirinya SMP Negeri 2 Pejawaran. Tidak ada kata lelah bagi beliau. Karena beliau selain seorang pendidik, ahli agama sekaligus tokoh masyarakat sudah mendirikan Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Karangsari. Sungguh sebuah perjuang yang luar biasa. Tentu dukungan dari Kepala Desa Alm Bapak Suhadi dan bapak Sarengat selaku ketua Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa sehingga desa Karangsari mendapat kepercayaan untuk didirikan SMP Negeri 2 Pejawaran. Pemilihan tempat untuk didirikan bangunan berpindah-pindah karena ada syarat pendirian minimal 0,5 hektar. Dengan kelegaan kepala desa dilakukanlah tukar guling dengan milik masyarakat. Tanah milik bapak Yasin dilakukan tukar guling dengan bengkok kepala desa. Akhirnya dipilihlah tanah bengkok kepala desa yang sekarang dijadikan tempat untuk mendirikan SMP Negeri 2 Pejawaran. Peletakan batu pertama dilakukan tahun 1997 oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara bapak Washadun.
Sebelum menempati gedung baru untuk sementara menempati gedung SD yang sudah tidak terpakai dekat dengan Balai Desa Karangsari. SMP Negeri 2 Pejawaran awalnya menerima pendaftaran tahun pelajaran 1997/1998 mempunyai siswa sejumlah 17 anak, dengan guru dan fasilitas yang sangat terbatas. Karena semangat yang luar biasa tambah tahun semakin mendapat kepercayaan dari masyarakat.
Kepemimpinan diawali oleh bapak Drs. Bambang Budi Setyono, M.Pd merupakan kepala sekolah yang pertama. Sampai sekarang sudah mengalami beberapa pemimpin di sekolah yang sering dikenal dengan sebutan Seroja ini. Seroja merupakan kependekan dari esempe loro pejawaran. Setelah bapak Drs. Bambang Budi Setyono, M.Pd dilanjutkan oleh Bapak Suhardi, S.Pd., M.M. Kemudian diteruskan oleh Oktavianto Hasto Prasetyo, S.Pd.,M.M.
Secara periode dapat disebutkan sebagai berikut :
Sampai saat ini SMP Negeri 2 Pejawaran sudah berusia ke 22 tahun pada bulan April 2020. Dengan visi terwujudnya peserta didik yang berkarakter, terampil dan berprestasi menuju sekolah Adiwiyata dan Sekolah Aman Bencana.
|
Mbah Ghozali Salah Satu Pendiri SMP Negeri 2 Pejawaran |
|
| Bapak Sarengat Salah Satu Pendiri SMP Negeri 2 Pejawaran |
|
| Alumni Pertama SMP Negeri 2 Pejawaran |